Makna Perkataan “Apa Yang Telah Dipersatukan Allah Tidak Boleh Diceraikan Manusia” Menurut Matius 19 : 6 Dan Penerapannya Bagi GPPIK Efrata Nyawan Sekamu

Authors

  • Aprius Liberty Gea STT BMW Tangerang
  • Marbun STT BMW Tangerang

Keywords:

Dipersatukan, Diceraikan, Jemaat GPPIK Efrata Nyawan-Sekamu

Abstract

Abstrak: Sejak dunia diciptakan hanya ada satu perempuan dan satu laki-laki. Apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Namun, pada kenyatannya tidak sedikit dari orang percaya yang melanggar akan firman itu. Artikel ini akan mengulas tentang pernyataan Allah dalam Matius 19:6 dan penerapannya bagi Gppik Efrata Nyawan Sekamu. Tujuan dari pembahasan ini tidak lain untuk memberikan pemahaman bagi setiap orang percaya bahwa pernikahan itu adalah sesuatu yang sangat sakral dan tidak bisa dibatalkan oleh siapapun. Penelitian ini akan menggunakan metode hermeneutika atau metode-metode yang berhubungan dengan penafsiran Alkitab, dimana peneliti akan memanfaatkan buku-buku, jurnal ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian ini, peneliti akan mendeskripsikan terkait: konteks Yahudi pada zaman Yesus, makna dipersatukan, dan konteks pernikahan adat dayak.

 

Abstract: Since the world was created there has only been one woman and one man. What God has joined together man must not separate. However, in fact, not a few of the believers violate the word. This article will review God's statement in Matthew 19:6 and its application to Gppik Euphrates Nyawan Sekamu. The purpose of this discussion is to provide an understanding for everyone who believes that marriage is something very sacred and cannot be canceled by anyone. This research will use the hermeneutic method or methods related to the interpretation of the Bible, where the researcher will use books, and scientific journals related to the discussion. In the results of this study, researchers will describe related: the notion of being united, the Jewish context at the time of Jesus, the meaning of Matthew 19:6, and Dayak customary marriage.

References

Syarif Ibrahim Alqadrie. (1994). kebudayaan Dayak; Aktualisasi dan transformasi Masyarakat Dayak di Kalimantan Barat, Jakarta: PT Grasindo.

Wawancara dengan Tua-tua adat, selasa 22 februari 2021,jam 09:00-12:00. Wib, Nyawan.

Merrill C. Tenney. (2001). Survei Perjanjian Baru, Malang: Gandum Mas, 2001

R.M. Drie S.Brotosudarmo. (2017). Pengantar Perjanjian Baru,Yogyakarta: ANDI

Deky Hidnas Nggadas. (2011). Pengantar Praktis Studi Kitab-Kitab Injil, (Yogyakarta: ANDI.

BGM Morph Barclay - Newman, “Bible Work 6

Yesri Esau Talan , Diselamatkan Oleh Anugerah: Sebuah Analisis Teologis Surat Efesus.

Sabda 4, arti kata dipersatukan, jam 19:30, 17-10-2021

KBBI OFF LINE, arti kata beban, jam 19:50, 15-10-2021

Wawancara dengan Kepala Dusun, tanggal 22/3/2020, jam 18:30-20:00 wib

Natanael Jenny. (2002). Kebahagian Pernikahan Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2Bigman Sirait. (2011). Jawaban Inspiratif,Yayasan Pelayanan Media Antiokha, cet.1.

James F. With. (2009). Pengantar Ibadah Kristen, Jakarta: BPK Gunung Mulia

Carolyn, Holderread, Heggen. (2008). Pelecehan Seksual Dalam Keluarga Kristen Dan Gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia.

https://www.betangfilsafat.org/filsafat-cinta/, Rabu 28 April 2021, jam 9:00 wib.

Stella Yessy Exlentya Pattipeilohy, Calvin Dan Spiritualitas Kerahiman, Diakses Rabu 28 Apr. 2021, Jam 10:23 WibUntuk pembahasan lebih lanjut, lihat John Witte Jr. and

Eliza Elison (ed.), Covenant Marriage in Comparative Perspective (Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans), bab 1 dan 2; Gordon Paul Hugenberger, Marriage as a covenant: A Study of Biblical Law and Ethics Governing Marriage, Developed from the Perspective of Malachi (London: Brill, 1994); Ronald H. Taurel, Marriage: The Forgotten Covenant (USA: Xulon Press, 2008).

Endang Sumiarti. (2005). Problematika Hukum Perceraian Kristen dan Katolik, Yogyakarta, 85.

W.S. LaSor dan kawan-kawan. (2008). Pengantar Perjanjian Lama 1,Jakarta:BPK Gunung Mulia.

Sabda offline, makna kata sedarah sedaging, sabtu 31 juli 2021, Makna kata satu daging dalam pernikahan, senin 6 September 2021 Kebudayaan Tolaki, Google Buku versi baru,diakses hari sabtu 8 Mei 2021, jam 10:30 wib

Yohanes Krismantyo Susanta, “Barrenaness”: Jalan Pengenapan Janji Allah Bagi

Keluarga Allah,” Jurnal Jeffray 15,no 2. (September 23,2017): 249,

htttps//doi.org/10.25278/jj 71.1512.253

Downloads

Published

"2023-12-25"dir

How to Cite

Gea, A. L., & Marbun. (2023). Makna Perkataan “Apa Yang Telah Dipersatukan Allah Tidak Boleh Diceraikan Manusia” Menurut Matius 19 : 6 Dan Penerapannya Bagi GPPIK Efrata Nyawan Sekamu. Jurnal Hashem Melech, 1(2), 81–91. Retrieved from https://jurnal.sttbmwt.ac.id/index.php/jhm/article/view/gea_2023